Minggu, 10 Februari 2019

PUISI

RUMAH

Akan kugambar seluruh keluarga dengan kebahagiaan
Aku butuh kertas, pensil dan crayon
Tak lupa penghapus agar hasilnya sempurna
Tentunya tanpa cela

Tidak akan kubiarkan teriakan memaki
Atau sedu sedan mewarnai
Genderang perang tak akan ku tabuh
Apalagi menanam duri yang membuat melepuh

Entah datang dari mana
Badai topan menerjang
Memporak porandakan dada
Melibas ego meradang

Ah, pelangi
Selalu datang setelah hujan deras menggenangi
Mengikis ingatan bahagia ini
Menuai rasa yang lain kini

Namun
Tetaplah dalam satu wadah
Rumah impian
Tercipta mawaddah warohmah

PUISI

SANDRA

Perempuan bermata sayu
Berhati lugu
Berkerudung ungu
Tersenyum malu

Kita berbeda
Tetapi satu
Indonesia-Belanda

Sandra,
Mengenalmu
Membuat hati
Berwarna pelangi

Kukirim rindu
Sejuta rasa
Dari Indonesia
Buatmu di Belandawww.kalimah.com



Jumat, 08 Februari 2019

GUNDAH GULANA

Seyogyanya hari berganti pagi
Bertebaranlah dibumi ini
Menyambut asa
Bahagia

Tetapi
Kabut hati
Menyesap di dada
Menyelimuti rasa gundah gulana

Entah sepèrti apa rupamu
Yang kurasa hancur
Menjadi abu
Hatiku

Rela
Sebuah keharusan
Dipupuk dengan cinta
Pengharapan terakhir penghujung penantian

Tasik, 09022019
#patidusa