RUMAH
Akan kugambar seluruh keluarga dengan kebahagiaan
Aku butuh kertas, pensil dan crayon
Tak lupa penghapus agar hasilnya sempurna
Tentunya tanpa cela
Tidak akan kubiarkan teriakan memaki
Atau sedu sedan mewarnai
Genderang perang tak akan ku tabuh
Apalagi menanam duri yang membuat melepuh
Entah datang dari mana
Badai topan menerjang
Memporak porandakan dada
Melibas ego meradang
Ah, pelangi
Selalu datang setelah hujan deras menggenangi
Mengikis ingatan bahagia ini
Menuai rasa yang lain kini
Namun
Tetaplah dalam satu wadah
Rumah impian
Tercipta mawaddah warohmah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar